Laman

Tampilkan postingan dengan label My Action Figure Collection. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Action Figure Collection. Tampilkan semua postingan

24.12.11

Bandai Twist Action Form Masked Rider Den O

Baru pertama kali ini bikin posting tentang action figure bukan karna mengagumi action figure yang saya bahas disini cuma mencurahkan hati saja (Curhat session). Bentuk Bandai Twist Action Figure hampir setara dengan Real Action Heroes jadi rangka tertutupi oleh kostum rider itu dalam bentuk leather maka itu TAF memiliki keunggulan dari sisi kerapian, kemungkinan bandai mengeluarkan produk ini untuk menjembatani bagi para kolektor yang belum bisa membeli RAH, karena untuk meminang RAH membutuhkan biaya yang tidak sedikit maka dari itu dana bisa dialihkan untuk membeli TAF dengan sisi nilai harga yang cukup ekonomis. membicarakan harga pasti ada kualitas donk, dan inilah salah satunya Bandai Twist Action Figure merupakan salah satu produk yang kurang begitu diminati oleh para kolektor kamen rider, hal ini disebabkan oleh bahan dasar rangka yang dibuat oleh produsennya yakni bandai berbentuk seperti kawat yang sudah menjadi momok apabila bahan dasar rangka badan dari kawat otomatis gampang putus apabila di pose terlalu banyak (terlalu sering dimainkan). mengkesampingkan bahan dasar dari kawat itu menurut saya  Bandai TAF Masked Rider Den-O memiliki finishing point yang sangat bagus dari sisi cat maupun bentuk itu sendiri dan memiliki sisi artikulasi yang tidak terbatas, tapi dibalik semua keunggulan itu ada kekurangan dari TAF itu sendiri, kekurangan dari produk TAF ini adalah bobot, bobot yang terlalu ringan sehingga apabila ada sedikit goyangan atau sentuhan angin sedikit kemungkinan akan jatuh, itu yang membuat miris selain itu di dalam atau isi dari action figure tersebut kosong (kopong) sehingga apabila di pose tangan atau kaki akan terlihat culun apabila di lihat dari sisi lain, dan satu lagi apabila sering buat mainan leather dari TAF ini akan terkesan terlalu kusut dan tidak bisa di muluskan kembali.

Banyak sekali para kolektor kamen rider menghindar dari produk ini, bukan menghindar lebih tepatnya enggan untuk meminang dari produk bandai ini kecuali saya,hehehehehehehehehe. karna beberapa kali dari pengalaman yang sudah-sudah biasanya barang atau produk yang sering dihindari atau enggan untuk dibeli dari para konsumen, suatu saat akan menjadi nilai barang yang begitu langka hal ini disebabkan karena sedikitnya peminat dari produk itu sedikit pula barang itu ada dipasaran bebas. Dan apabila produk yang kurang diminati oleh konsumen happening kembali bakalan banyak orang yang mencari produk yang dulu dipandang sebelah mata tentu kalopun ada produk itu harga sudah berubah bukan harga pasaran lagi tapi harga kolektor. Jadi, disinilah sisi investasi dari sebuah produk :D


10.11.11

Gundala Putra Petir



Gundala Putra Petir merupakan tokoh superhero asli buatan Indonesia walaupun masih meniru tokoh superhero barat tapi setidaknya kita mempunyai tokoh superhero. Sedikit sejarah singkat gundala putra petir bagi yang tidak mengetahuinya, Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Genre komik adalah Fantasi. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta. Gundala termasuk karakter komik yang cukup populer di Indonesia di samping Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak, dan Godam.

Asal usul : Seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin.
Sejak itulah, di waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung. Ia adalah kawan mereka yang lemah dan musuh bagi para pencoleng.

Seri Gundala : Selain Gundala Putra Petir (Kentjana Agung,1969), judul seri selanjutnya adalah Perhitungan di Planet Covox (1969). Di sini Gundala bertemu dengan Pangeran Mlaar, yang memiliki tubuh bisa melentur. Mlaar adalah putra mahkota yang terkudeta. Gundala membantu mengembalikan tahtanya. Persahabatan itu membuat Mlaar jadi sering main ke Yogyakarta.
Judul berikutnya adalah Dokumen Candi Hantu (1969), yang merupakan pemunculan pertama musuh bebuyutan Gundala, yakni Ghazul. Lalu Operasi Goa Siluman (1969), The Trouble (1969), Tantangan Buat Gundala (1969), Panik (1970), Kunci Petaka (1970).
Kemudian dalam Godam vs Gundala (Prashida, 1971) dikisahkan Gundala dan Godam tanpa sengaja tertukar kostum dan kekuatan super masing-masing. Masing-masing saling menuduh mereka palsu dan terjadilah perkelahian luar biasa. Warga Yogya yang menonton jadi bingung, mengapa kedua superhero itu bisa bertarung . "Mungkin mereka berebut pacar," komentar seseorang.Setelah mengadu pada pencipta masing-masing ( Kaisar Kronz dan Bapa Kebenaran ), mereka akhirnya bisa kembali pada kondisi normal.
Gundala juga hadir dalam Bentrok Jago-jago Dunia (Prashida, 1971), Gundala Jatuh Cinta (1972), Bernapas Dalam Lumpur (1973), Gundala Cuci Nama (1974), 1.000 Pendekar (1974), Dr Jaka dan Ki Wilawuk (1975), Gundala Sampai Ajal (1976).
Dalam Pangkalan Pemusnah Bumi (1977), Gundala diceritakan bertemu untuk pertama kali dengan calon istrinya. Kemudian berikutnya terbit Pengantin Buat Gundala (1977), Bulan Madu di Planet Kuning (1978), Lembah Tanah Kudus (1979), Gundala Sang Senapati (1979), Istana Pelari (1980), dan terakhir Surat dari Akherat (1982).


Walaupun disaat seri gundala keluar ane belum lahir tapi ane sudah suka ama salah satu tokoh superhero asli Indonesia ini....entah mengapa ane bisa jatuh hati sama salah satu superhero Indonesia ini, padahal mengenal pun baru-baru ini...apakah gara-gara namanya sang tokoh begitu dahsyat yah atau kemungkinan tokoh superhero Indonesia paling dikenal hanya Gundala Putra Petir. Begitu cintanya ane ama Gundala Putra Petir sampai-sampai ane bela-belain bikin Action Figure (bukan bikin sih tapi kustom) Gundala Putra Petir. Setidaknya ane bisa melestarikan tokoh superhero Indonesia sebelum punah oleh gempuran-gempuran tokoh-tokoh superhero dari luar bisa memiliki salah satu figure superhero Indonesia yang bisa diceritakan oleh anak cucu ane (perasaan berlebihan banget ya "anak cucu" hehehehehe) satu kalimat aja : Cukup puas bisa memiliki Action Figure Gundala Putra Petir :D