Laman

15.9.11

Usia Harapan Hidup Wanita Lebih Tinggi Daripada Pria, Mengapa?

    Setiap lebaran tiba pasti kita melakukan silahturahmi dengan saudara-saudara, pakdhe, budhe, om, tante,  keluarga jauh yang antah berantah yang ga kita kenal tapi masih ada hubungan darah :D dan terkadang kita juga melakukan ritual nyekar di makam sesepuh kita....setelah sekian lama melakukan ritual tersebut aku baru ngeh waktu melakukan nyekar di makam eyang buyut ternyata usia harapan hidup wanita lebih panjang daripada seorang pria...mengapa begitu? mari kita lihat penjabaran dari sumber voanewscom melalui blognya isamas54.blogspot.com dan beberapa penambahan dari um gugel :D .
Eyang Buyut aku yang laki-laki




Eyang Buyut Putri




























Mengapa usia harapan wanita lebih panjang daripada seorang pria
      Menurut voanewscom, sebuah kajian baru mempelajari dan membandingkan angka kematian orang dewasa di seluruh dunia selama 40 tahun terakhir. Untuk tiap negara, para peneliti memperkirakan seorang yang kini berusia 15 tahun akan meninggal sebelum usia 60. Penelitian dilakukan di 187 negara dan menghasilkan prediksi angka kematian bagi seluruh penduduk berusia antara 15 dan 59 tahun di negara-negara tersebut. Para peneliti menemukan bahwa negara dengan resiko terendah kematian dini untuk perempuan adalah Siprus, sedangkan bagi pria negara dengan resiko terendah adalah Islandia.
Adapun hasilnya :
  • Secara keseluruhan hasil penelitian dalam 40 tahun terakhir ini yaitu angka kematian untuk laki-laki menurun 19 persen, sedangkan angka kematian perempuan turun hampir dua kali lipat penurunan angka kematian laki-laki, yaitu sebesar 34 persen.
  • Chris Murray dari University of Washington memimpin penelitian ini. Ia mengatakan banyak kemajuan sudah dibuat sejak tahun 1970, untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak. Tetapi, ia menekankan semakin besarnya kesenjangan angka kematian orang dewasa, dengan adanya jarak yang besar antara negara-negara berangka tinggi dengan yang berangka rendah.
  • Contohnya, untuk pria di Swaziland, kesenjangan antara angka terbaik dan terburuk adalah sembilan kali lipat. Kajian itu menemukan perbaikan di sub-Sahara Afrika dalam lima tahun terakhir, namun ini mungkin menjadi buah upaya memerangi AIDS.
  • Tetapi dalam 20 tahun terakhir, infeksi virus HIV dan jatuhnya Uni Soviet menaikkan angka kematian di 37 negara di seluruh dunia. Kajian juga mengatakan Amerika turun dari peringkat 34 ke peringkat 49 untuk kematian perempuan, dan dari peringkat 41 ke peringkat 45 untuk laki-laki. Angka-angka perkiraan ini membuat Amerika berada di bawah Eropa Barat dan bahkan negara-negara seperti Albania, Chili dan Tunisia.
  • Para peneliti mencatat adanya perubahan besar dalam daftar negara-negara dengan angka kematian orang dewasa terendah dalam 40 tahun terakhir. Hanya tiga negara yang terus berada di posisi 10 terendah untuk angka kematian orang dewasa laki-laki, yaitu Swedia, Belanda dan Norwegia.
  • Para peneliti mengatakan bahwa memperkirakan dan mencegah kematian dini pada orang dewasa, sama pentingnya dengan memperbaiki kemungkinan hidup seorang anak. Jutaan anak meninggal sebelum berusia lima tahun. Tetapi, para peneliti mengatakan jumlah orang dewasa yang meninggal sebelum mereka mencapai 60 tahun, mencapai tiga kali lipat dari angka kematian sebelum usia lima tahun.
Penelitian oleh University of Washington tersebut diterbitkan minggu lalu dalam jurnal kesehatan Lancet.
Gaya Hidup Sehat 
Selain gaya hidup, ada faktor lain mengapa kesehatan wanita cenderung lebih baik dari pria. Menjalani gaya hidup sehat bisa membuat umur lebih panjang. Hanya, berbeda dari pria, wanita cenderung lebih memperhatikan pola hidup,sehingga wanita lebih bisa merasakan kesehatan jangka panjang dari pria. Tak mengherankan, jika banyak pria meninggal lebih cepat daripada wanita akibat gaya hidup tidak sehat, seperti dikutip dari laman Sun. Hal senada juga diperkuat dengan hasil data statistik yang dilansir Pemerintah Rusia. Data tersebut menyebutkan setiap tahun 23 ribu orang tewas akibat keracunan alkohol. Lebih 75 ribu terkena penyakit yang dipicu efek buruk alkohol. Tak berlebihan jika kemudian candu alkohol dituding sebagai penyebab berkurangnya harapan hidup orang Rusia, terutama pria, yang hanya mencapai 56 tahun. Selain gaya hidup, ada faktor lain mengapa kesehatan wanita cenderung lebih baik ketimbang pria. Faktor-faktor tersebut antara lain, genetika, lingkungan, emosi, hormon, dan sikap hadapi risiko.Ada lagi alasan logis, wanita bisa berumur lebih panjang dibandingkan pria, antara lain: 

  • Depresi. Pria cenderung mengalami depresi, dan lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri. Para pakar kesehatan mengungkapkan, hal itu karena wanita cenderung mencari bantuan ketika mereka merasa sedih atau stres.
  • Kanker. Hampir 40 persen pria lebih mungkin meninggal dunia akibat kanker. Hal ini mungkin disebabkan oleh keengganan pria untuk melakukan check up kesehatan rutin ke dokter, sehingga masalah kanker diketahui terlambat, dan sudah berada pada stadium lanjut.
  • Obesitas. Terjadi peningkatan lebih besar dalam jumlah orang obesitas pada pria dibanding wanita selama sepuluh tahun terakhir. Pria lebih cenderung mengalami peningkatan berat badan berlebihan, apalagi setelah menikah.
  • Harapan hidup. Sebuah penelitian mengungkapkan, karena gaya hidup dan faktor kesehatan lainnya, usia wanita lebih panjang empat tahun dari pria. Penelitian tersebut juga menyatakan, seorang bayi laki-laki lahir bisa berharap untuk hidup 77,4 tahun, sedangkan harapan hidup bayi perempuan hingga 81,6 tahun.
Penelitian tersebut mengatakan bahwa karena pria mengambil lebih banyak risiko dan mengabaikan masalah kesehatan.
Wanita Cenderung Berumur Lebih Panjang. 
Sepintas lalu kalau kita perhatikan, kebanyakan wanita berusia lebih panjang daripada partner prianya. Menurut data yang dilaporkan WHO,usia harapan hidup wanita di seluruh dunia memang secara statistik lebih tinggi dari pada usia harapan hidup pria. Prof. Barbara R. Migeon, MD, PhD dari John Hopkins School of Medicine mengungkapkan bahwa pria mempunyai resiko mortalitas (kematian) yang lebih tinggi daripada wanita pada setiap tahap kehidupannya. Tentu saja kita tidak dapat mengatakan hanya perbedaan kelamin yang mendasari perbedaan angka mortalitas antara pria dan wanita. Faktor sosial, ekonomi dan perilaku, seperti aktivitas selama hidup, di mana secara umum pria memiliki peran lebih banyak dalam tanggung jawab mencari nafkah, sehingga rentan terhadap penyakit ataupun lebih riskan terhadap kecelakaan mungkin berpengaruh pada hasil dari tabel di atas.Artikel ini akan membahas mengapa pada umumnya wanita berumur lebih panjang dari pada pria, dari segi biologi dan ilmu genetika. Seperti dikatakan Prof. Migeon, walaupun banyak faktor yang mempengaruhi angka mortalitas, jika kita telaah lebih lanjut, pada usia di mana wanita dan pria memiliki kerentanan yang sama; misalnya saat dalam kandungan, ataupun pada masa balita; tetap saja angka mortalitas bayi laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Jadi secara biologis, kaum pria memiliki resiko mortalitas lebih tinggi daripada wanita. Mengapa demikian?Kromosom XX dan XY

Manusia mempunyai 46 kromosom dan 2 di antaranya adalah kromosom seks. Tentunya kita masih ingat, bahwa yang menentukan jenis kelamin pria atau wanita, adalah kromosom seks, yaitu XX untuk wanita, dan XY untuk pria.  Kromosom X mengandung 1100 gen, yang selain berperan penting dalam pengaturan hormon, juga dalam fungsi vital tubuh lainnya, mulai dari pembekuan darah, metabolisme dan perkembangan janin. Sedangkan kromosom Y hanya mempunyai kurang dari 100 gen, yang fungsi utamanya ‘hanyalah’ untuk pembentukan dan perkembangan testes dan hormonalnya.Dapat kita bayangkan, karena wanita mempunyai 2 kromosom X, apabila 1 kromosom X rusak atau tidak sempurna, masih ada ’serep’ 1 kromosom X lagi. Sedangkan pada pria yang hanya mempunyai 1 kromosom X, jika terjadi kerusakan pada kromosom X tersebut maka otomatis pria tersebut akan menderita suatu penyakit. Mengingat pentingnya peranan kromosom X dalam fungsi tubuh, dapat dimengerti mengapa wanita yang mempunyai kromosom X dua lebih menguntungkan secara biologi.Pada wanita, 1 kromosom X diturunkan dari ibu, dan 1 kromosom X lainnya dari ayah. Sedangkan pada pria, kromosom X diturunkan dari ibu, sedangkan dari ayah kromosom Y. Sehingga jika kromosom X yang diturunkan dari ibu mengalami kelainan (mutasi misalnya), maka pada anak perempuan bisa jadi tidak termanifestasi penyakitnya (XsakitX), atau sering disebut carrier, sedangkan pada anak laki-laki penyakit tersebut termanifestasi (XsakitY). Beberapa penyakit berat diturunkan dengan mekanisme seperti ini, contoh paling popular adalah the Royal Disease, penyakit hemofilia pada keluarga kerajaan Inggris.Mosaik pada kromosom X
Sebenarnya, dalam tiap-tiap sel tubuh wanita, hanya 1 kromosom X saja yang berperan. Ketika masih dalam bentuk sel ovum dan sperma, kromosom X dari ayah dan ibu akan diinaktifkan dan aktif kembali jika sudah terbentuk zigot. Pada perkembangan embrio selanjutnya, yaitu pada fase blastokis, sel-sel tubuh akan menginaktifkan salah satu dari kromosom X tersebut, secara acak. Jadi pada beberapa sel, kromosom X dari ibu yang tidak aktif, sedangkan pada sel-sel lainnya kromosom X dari ayah yang tidak aktif. Inaktivasi kromosom X secara acak ini yang memberikan mosaik selular pada wanita.Makna biologis dari mosaik pada kromosom X ini, yaitu, bila terjadi mutasi pada kromosom X dari ibu; maka hanya setengah dari sel-sel tubuh yang membawa mutasi ini. Akan tetapi pada pria dari ibu yang sama, mutasi kromosom X ibu ini akan terjadi pada seluruh sel tubuhnya, karena ia hanya membawa kromosom X dari ibu. dan juga menurut laporan yang diterbitkan Scientific American pada November ini, Professor Tom Kirkwood dari Newcastle University, Inggris, menyatakan, tubuh wanita secara genetika memiliki mekanisme lebih baik dalam hal perbaikan sel-sel rusak demi melahirkan keturunan yang sehat. Kirkwood dalam sebuah wawancara pekan lalu menyebutkan, fakta itu membuat tubuh pria secara biologis terkesan "sekali pakai" (disposable) dan oleh sebab itulah Kaum Adam meninggal di usia lebih muda. Kirkwood berargumen, tubuh pria bersifat "sekali pakai" karena gen-gen mereka telah diturunkan kepada generasi berikutnya. "Teori ini sekarang sudah dapat diterima secara luas. Penuaan tidak dipicu oleh waktu," ungkap Kirkwood.
      Menurut teori yang berkembang, proses penuaan dalam tubuh diatur oleh gen-gen yang menentukan tingkat pemeliharaan yang memperbaiki kerusakan sel. Sebagian besar kerusakan tersebut tidak dapat dihindari dan timbul akibat radikal bebas.
Kerusakan ini dapat mencederai DNA sel ataupun membran sel yang seharusnya diperbaiki. Beberapa kerusakan juga disebabkan oleh faktor eksternal seperti kebiasaan merokok. Dalam teori Kirkwood, penuaan adalah sesuatu yang tidak diprogram sebelumnya karena gen-gen yang memperbaiki sel dapat dimodifikasi.
     Di Inggris, perbedaan angka harapan hidup pria dan wanita saat ini semakin tipis, yakni sekitar 4,2 tahun (turun dari 6 tahun selama kurun waktu 27 tahun terakhir). Bayi laki-laki dapat hidup hingga usia rata-rata 77,7 tahun, sedangkan bayi perempuan dapat bertahan hingga 81,9 tahun.
Perbedaan ini diduga karena tingginya rata-rata penyakit jantung dan risiko hidup yang harus ditanggung seorang pria. Hormon estrogen juga diklaim melindungi perempuan dari penyakit jantung.
     Bagaimanapun,poin yang harus diperhatikan adalah dalam beberapa dekade terakhir terjadi penurunan angka harapan hidup wanita dan pria. Dimana saat ini wanita juga memiliki gaya hidup tidak sehat seperti minum minuman keras, merokok, memakai obat-obatan, tidak mengkonsumsi makanan bernutrisi, dan persaingan antar wanita menyebabkan tingkat stress yang tinggi, yang mengarah pada tindakan kekerasan di usia muda. Selain itu, kekerasan terhadap wanita seperti pembunuhan dan pemerkosaan semakin meningkat. Terlepas dari apakah anda pria atau wanita, kita semua harus memulai hidup sehat dan merubah gaya hidup kita agar dapat menikmati anugrah berumur panjang dan tubuh yang sehat.
Sumber bacaan a.l :www.voanews.com  12 Mei 2010, kosmo.vivanews.com 21 September 2010
http://netsains.com 23 Januari 2009 oleh Kristy Iskandar bersumber dari Migeon, B.R. Why Females are mosaics, X-chromosome Inactivation, and Sex Differences in Disease. Gen Med. 2007;4:97-105

          Jadi bagi pria-pria apakah anda ingin menikmati hidup lebih panjang atau hanya ingin menikmati sebentar saja? itu tergantung dari pribadi anda sendiri :D dan bagi para wanita jangan berbangga hati jaman sudah berubah :D tapi apabila di prosentase masih tetap saja sama tinggal ada memilih menjadi prosentase yang ingin memiliki umur panjang atau yang pendek :D